Siapa yang tidak tertarik kuliah di Universitas Indonesia? Setiap tahun, UI selalu menjadi salah satu kampus yang paling banyak diburu peserta SNBT. Masalahnya, jurusan populer seperti Kedokteran, Psikologi, Ilmu Hukum, Manajemen, dan Ilmu Komputer juga diperebutkan oleh ribuan orang.
Kalau kamu tetap ingin kuliah di UI, tetapi tidak mau mengambil risiko terlalu besar, jurusan dengan jumlah peminat lebih sedikit bisa masuk ke dalam strategi pilihanmu.
Istilahnya memang sering disebut jurusan sepi peminat di UI. Namun, jangan langsung menganggap jurusan tersebut tidak bagus atau tidak punya masa depan. Beberapa program studi hanya kurang dikenal karena bidangnya lebih spesifik. Padahal, peluang kariernya tetap terbuka lebar.
Lantas, jurusan apa saja yang bisa kamu pertimbangkan?
Daftar Jurusan Sepi Peminat di UI
Beberapa program studi di UI tercatat mempunyai jumlah peminat yang lebih rendah dibandingkan jurusan-jurusan favorit. Daftar ini bisa kamu gunakan sebagai bahan pertimbangan, bukan sebagai jaminan pasti diterima.
| Program Studi | Peminat | Daya Tampung |
| Sastra Daerah untuk Sastra Jawa | 146 | 24 |
| Sastra Perancis | 221 | 17 |
| Sastra Jerman | 247 | 17 |
| Ilmu Sejarah | 298 | 24 |
| Sastra Rusia | 310 | 24 |
| Fisika | 316 | 42 |
| Arkeologi Indonesia | 342 | 24 |
| Ilmu Filsafat | 363 | 24 |
| Biologi | 372 | 36 |
| Kimia | 526 | 42 |
Dari daftar tersebut, kamu mungkin melihat jumlah peminatnya tetap mencapai ratusan orang. Jadi, istilah “sepi peminat” bukan berarti hanya ada sedikit pendaftar.
Program studi tersebut disebut lebih sepi karena jumlah pendaftarnya relatif lebih rendah dibandingkan jurusan favorit yang bisa diperebutkan oleh ribuan peserta.
Apakah Peminat Sedikit Berarti Mudah Lolos?
Belum tentu.
Jumlah peminat memang bisa membantu kamu membaca tingkat persaingan. Namun, peluang lolos SNBT tidak hanya ditentukan oleh sedikit atau banyaknya pendaftar.
Kamu juga perlu melihat daya tampung, kemampuan peserta lain, nilai UTBK, serta posisi program studi tersebut dalam urutan pilihan.
Misalnya, sebuah jurusan mempunyai 200 peminat dan hanya menyediakan 15 kursi. Persaingannya tetap ketat karena kamu harus mengalahkan sebagian besar peserta lainnya.
Jadi, jangan berpikir bahwa memilih jurusan sepi peminat membuat kamu bisa mengerjakan UTBK dengan santai. Nilai yang kuat tetap menjadi modal utama.
Jangan Pilih Jurusan Hanya karena Sepi Peminat
Coba bayangkan kamu diterima di salah satu jurusan UI, tetapi ternyata tidak menyukai materi kuliahnya. Awalnya mungkin terasa menyenangkan karena berhasil masuk UI. Setelah beberapa semester, kamu bisa mulai merasa salah jurusan.
Karena itu, sebelum menjatuhkan pilihan, coba tanyakan beberapa hal kepada dirimu sendiri.
Apakah kamu tertarik mempelajari bidang tersebut selama beberapa tahun? Apakah mata kuliahnya sesuai dengan kemampuanmu? Apakah kamu bisa membayangkan bekerja di bidang yang berkaitan dengan jurusan itu?
Kalau sebagian besar jawabannya “tidak”, sebaiknya jangan memaksakan diri hanya demi nama kampus.
Kuliah bukan cuma soal lolos seleksi. Kamu juga harus sanggup menjalani proses belajarnya sampai selesai.
Jurusan Sastra Tidak Hanya Belajar Bahasa
Sastra Jawa, Sastra Rusia, Sastra Perancis, dan Sastra Jerman sering masuk ke dalam daftar program studi dengan peminat lebih sedikit di UI.
Namun, jangan bayangkan mahasiswa sastra hanya belajar menghafal kosakata atau membaca novel sepanjang hari.
Kamu juga akan mempelajari budaya, sejarah, linguistik, penerjemahan, hingga cara masyarakat berkomunikasi. Kemampuan tersebut bisa digunakan untuk bekerja sebagai penerjemah, penulis, editor, peneliti, pengajar, staf hubungan internasional, hingga pekerja di industri kreatif.
Bagi kamu yang menyukai bahasa dan kebudayaan, jurusan sastra justru bisa menjadi pilihan yang menarik.
Fisika, Kimia, dan Biologi Tetap Punya Peluang Karier
Mendengar jurusan Fisika, Kimia, atau Biologi, sebagian orang mungkin langsung membayangkan pekerjaan sebagai guru atau peneliti.
Padahal, jalur kariernya lebih luas dari itu.
Lulusan rumpun sains dapat bekerja di laboratorium, perusahaan farmasi, industri makanan, perusahaan energi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, perusahaan teknologi, hingga bidang lingkungan.
Tentu saja, kamu harus siap bertemu dengan praktikum, laporan penelitian, perhitungan, serta materi sains yang cukup mendalam.
Kalau sejak sekolah kamu memang menikmati pelajaran sains, jurusan-jurusan ini layak masuk dalam daftar pilihanmu.
Bagaimana dengan Arkeologi, Sejarah, dan Filsafat?
Ketiga jurusan ini sering dianggap mempunyai ruang kerja yang sempit. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Mahasiswa Arkeologi tidak hanya belajar menggali benda kuno. Kamu akan mempelajari sejarah manusia, kebudayaan, peninggalan masa lalu, hingga pengelolaan warisan budaya.
Ilmu Sejarah juga tidak berhenti pada menghafal tanggal dan nama tokoh. Kamu akan belajar membaca sumber, memeriksa fakta, memahami perubahan sosial, serta menyusun sebuah peristiwa secara kritis.
Sementara itu, Ilmu Filsafat melatih mahasiswa untuk berpikir logis, menyusun argumen, dan melihat sebuah persoalan dari berbagai sisi.
Kemampuan tersebut bisa digunakan di dunia riset, media, pendidikan, kebijakan publik, penulisan, industri kreatif, hingga komunikasi.
Cara Memilih Jurusan UI yang Lebih Realistis
Kalau kamu sedang menyusun pilihan SNBT, jangan hanya melihat nama jurusan atau jumlah peminat dalam satu tahun.
Coba bandingkan data peminat dan daya tampung dari beberapa periode. Dari sana, kamu bisa melihat apakah tingkat persaingannya cenderung naik, turun, atau tidak banyak berubah.
Setelah itu, pelajari mata kuliahnya melalui laman resmi UI. Jangan sampai kamu memilih jurusan berdasarkan namanya saja, tetapi baru mengetahui isi perkuliahannya setelah diterima.
Kamu juga bisa mencari cerita mahasiswa atau alumni. Pengalaman mereka dapat memberikan gambaran mengenai tugas kuliah, suasana belajar, kegiatan mahasiswa, dan peluang kerja setelah lulus.
Yang tidak kalah penting, sesuaikan pilihan dengan hasil latihan UTBK. Kalau nilai latihanmu masih jauh dari target, masih ada waktu untuk memperbaiki kelemahan sebelum hari ujian.
Jurusan Sepi Peminat Bukan Jalan Pintas Masuk UI
Memilih jurusan dengan peminat lebih sedikit memang bisa menjadi strategi. Namun, strategi tersebut akan lebih masuk akal kalau jurusannya masih sesuai dengan minat dan rencana masa depanmu.
Jangan sampai kamu memilih program studi secara asal hanya karena ingin memakai jaket kuning.
UI tetap menjadi kampus dengan persaingan tinggi. Bahkan pada jurusan yang disebut sepi peminat, kamu masih harus bersaing dengan ratusan peserta lain yang mungkin mempunyai persiapan lebih matang.
Jadi, gunakan data peminat untuk membaca peluang, bukan untuk mencari jalan pintas. Pilih jurusan yang realistis, pelajari bidangnya, lalu persiapkan UTBK sebaik mungkin. Dengan cara itu, kamu tidak hanya mengejar peluang masuk UI, tetapi juga memilih tempat belajar yang benar-benar cocok untukmu.

